Hai....
Hari ini aku akan bahas mengenai Bully. 
Karena maraknya korban bully yang belum diketahui atau terungkap ke publik. Aku turut prihatin untuk semua korban bully. Semua manusia punya perasaan guys, bukan cuma kalian aja, tapi semua.

Jika ada kata-kata "Memfitnah lebih kejam daripada pembunuhan", maka untuk zaman sekarang adalah "Memfitnah dan membully lebih kejam daripada pembunuhan".

Untuk korban bully, dia hanya mendapatkan beberapa kubu :
Yang pertama adalah yang menenangkan sementara dengan berkata demikian :
“Sudahlah, ga usah diambil hati”
“Mereka memang seperti itu, sudah jangan tersinggung”

Untuk mereka yang mem-bully seseorang dan tidak ada perasaan bersalah ketika ditegur akan berkata :
“Aku tau dia orangnya seperti apa, tenang saja, dia santai kok”
“Uda ga usah lebay deh, dia aja ga kenapa-kenapa, kenapa harus kamu yang repot?”

Dan untuk yang lain akan berkata :
“Lebay banget sih dia, kenapa nangis coba, orang cuma ngomong gitu aja”
“Baper banget dah orangnya”
“Ih cari sensasi aja sih nih orang”
Dan bla bla bla.




Untuk kategori pertama, mereka ga akan pernah tau gimana rasanya jadi korban makanya mereka bisa berkata seperti itu. Mereka hanya menenangkan korban sementara, bahkan menurut saya itu juga ga ada efek, malah membuat korban berpikir, “lo ga tau apa-apa tentang gue, tentang hidup gue” atau “lo ga ada di posisi gue jadi lo bisa ngomong kayak gitu, terlalu enteng buat lo”.
Saran saya untuk kalian yang seperti ini, coba tempatkan diri kalian di posisi mereka.
Coba berpikir kembali, masalah apa saja yang dia hadapi, jangan pernah berpikir hanya itu beban dia, karena siapa tau dia punya beban lain yang dia pikirkan selain pem-bully-an tersebut.
Coba tenangkan korban dengan cara lain, lebih kepada dukung dia, bela dia, katakan kepada yang mem-bully dia bahwa itu tidak pantas dilakukan. Atau bisa dengan cara peluk dia, tidak perlu berkata apa-apa terlebih dahulu, biarkan dia melampiaskan perasaan dia kepada kamu, coba bujuk dia agar dia bisa lepas curhat ke kalian. Percayalah Curhat itu membuat seseorang merasa lebih lega.

Untuk kategori kedua, yakin anda sudah mengenal dia? Yakin dia sudah cerita ke anda mengenai semua problematika yang ia lewati dan sedang hadapi? Jika kamu belum tau masalah dan pribadi dia, jangan pernah katakan anda mengenal dia. Anda tidak tau bagaimana perasaannya saat kalian bully dia. Anda tidak tau apakah dia orang yang suka memasukan ke hati atau tidak? Kalian perlu tau, tidak semua orang seperti anda, Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda, bukan hanya fisik, melainkan juga perasaan, pribadi dan banyak hal lainnya. JANGAN PERNAH MENYAMAKAN KORBAN DENGAN KALIAN !!! Mungkin kalian adalah orang yang santai jika di bully, tapi ingat mereka adalah pribadi yang berbeda dengan kalian. Mungkin mereka sensitif, mereka memiliki beban pikiran yang banyak, kesabaran mereka mulai terbatas dan lain sebagainya.
Saran saya untuk kalian yang seperti ini adalah, coba pahami dia kembali, dan jangan pernah menyinggung perasaan dia. Pikirkan perbuatan kalian apakah akan membawa hal positif ? Jika lebih banyak negatif, silakan mundur. Karena ada sebuah pelajaran yang saya pernah dengar “Jika perbuatanmu akan menguntungkan semua pihak, maka segeralah lakukan. Tetapi jika perbuatanmu akan merugikan pihak lain, tundalah dengan waktu yang paling lama

Dan, untuk kategori yang ketiga saya hanya dapat berkata, mohon jangan menjadi komentator yang bodoh. Karena komentator di acara televisi pun akan dipilih sesuai dengan bakat dan bidangnya. Jadi sekali lagi, coba tempatkan diri kalian sama dengan posisi korban. Jika kalian tidak mengenal mereka jangan berkomentar.


Untuk kalian yang mengatakan kepada korban “Jika memang kamu tidak suka bicaralah, jika marah, marahlah”. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa setiap orang itu berbeda. Tidak semua orang dapat langsung berbicara, kadang ada orang yang introvert dan hanya akan memendam perasaan dan kekesalannya sendirian.
Banyak kejadian, ketika mereka Speak Up, kemarahan dia, ketegasan dia akan ditendang kembali oleh para pelaku. Para pelaku akan mengejek korban dengan kata-kata yang korban keluarkan pada saat marah. Seperti contoh :
Korban : “Maaf, saya tidak suka dengan cara kalian memperlakukan saya”
Pelaku  : “Hei dengar, dia bilang, dia tidak suka dengan cara kita. So What? Emang gue pikirin…”
Penonton : “Ha..ha..ha.. wooooo”
Kemudian korban kehilangan keberanian.
Dan kata-kata korban akan diulangi dengan kata mengejek oleh para pelaku. Atau pelaku akan mengejek keberanian korban dan membuat korban kehilangan muka dan semakin down.

Jadi menurut saya yang harus stand up dan speak out adalah orang di sekitarnya yang peduli dengan korban. Angkat bicara kepada pelaku, bela korban, dan pahami korban.

Kalian bisa membunuh seseorang hanya dengan ucapan. Apakah kalian tau mereka setiap hari ada niatan untuk bunuh diri? Malu untuk bersosialisasi? Membuat korban memiliki trauma akut? Gangguan jiwa?

So, STOP BULLYING NOW !!!